
Uji Kompetensi Halaman 45
- Jelaskan kaitan antara manusia yang sudah bertempat tinggal tetap dengan adanya sistem kepercayaan!
- Adakah hubungan antara sistem kepercayaan masyarakat dengan pola mata pencaharian? Jelaskan!
*** Kunci Jawaban ***
- Jika manusia sudah memiliki kepercayaan, mereka sudah memiliki tempat tinggal tetap. itu berarti manusia tersebut sudah memiliki fikiran yang maju salah satunya yaitu mempercayai adanya kekuatan lain dari kekuatan manusia.
- karena setiap orang bermata pencaharian dan mempunyai kepercayaan yang berbeda.setiap orang ketika bekerja pasti mereka menjadikan kepercayaan sebagai salah satu cara agar mereka tambah semangat bekerja. kepercayaan pasti juga menjadi pusat dalam bekerja.
Uji Kompetensi Halaman 64
- Buatlah analisa teori mana yang paling kuat dari beberapa teori masuknya agama dan budaya Hindhu-Buddha!
- Jelaskan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori tersebut!
- Mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu-Buddha?
- Mengapa agama dan kebudayaan Hindu masih berkembang di Bali?
*** Kunci Jawaban ***
- Memasuki abad Masehi, antara Indonesia dengan India sudah terjalin hubungan terutama dalam perdagangan. Setelah jalur perdagangan India dengan Cina lewat laut (tidak lagi melewati jalan darat), maka selat Malaka merupakan alternatif terdekat yang dilalui pedagang. Dalam hubungan tersebut masuk dan berkembang pula agama dan budaya India di Indonesia. Peristiwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada abad pertama Masehi membawa pengaruh yang sangat penting. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya jaman prasejarah Indonesia dan memasuki jaman sejarah serta membawa perubahan dalam susunan masyarakat dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia. Proses masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia, sering disebut penghinduan. Pada dasarnya istilah ini sebenarnya kurang tepat, karena disamping agama Hindu, masuk pula agama Budha. Proses ini terjadi didahului adanya hubungan Indonesia dengan India, sebagai akibat perubahan jalur perdagangan dari jalur tengah (sutera) berganti ke jalur pelayaran (rempah-rempah. Hal ini didasarkan bukti peninggalan arca dan prasasti di Indonesia. Sedangkan di India terdapat karya sastra, diantaranya kitab Jataka, Ramayana dan Raghuwamsa. Kitab Jataka berisi kisah perjalanan Budha yang menjumpai Swarnabhumi. Kitab Ramayana terdapat istilah Jawadwipa dan Swarnabhumi. Kitab Raghuwamsa karya Kalisada tentang perdagangan India yang menyebutkan Dwipantara sebagai asal bahan perdagangan cengkih atau lavanka. Mengenai hipotesis/ teori masuknya pengaruh Hindu – Buddha di Indonesia, para ahli berpendapat yang berlainan, dimana secara garis besar dibedakan atas:
- Kelebihan & Kelemahan Teori-Teori Masuknya Agama & Kebudayaan Hindhu-Buddha di Indonesia:
Teori Brahmana
Kelebihan: Di Indonesia, banyak ditemukan prasasti-prasasti Hindu-Buddha yang menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa tersebut pada saat itu hanya dikuasai oleh kaum Brahmana.
Kelemahan: Dalam tradisi Hindu-Buddha, kaum Brahmana pantang menyeberangi lautan.
Teori Ksatria
Kelebihan: Tiga ahli mengemukakan pendapatnya tentang kelebihan dari teori Ksatria.
* C.C Berg
Mengemukakan bahwa para ksatria ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Mereka dijanjikan akan di beri hadiah apabila menang, yaitu dinikahkan dengan seorang putri dari kepala suku yang dibantunya. Dari perkawinan ini, tradisi hindu berkembang dengan mudah.
* Mookerji
Mengemukakan bahwa para ksatria ini membangun koloni-koloni yang akhirnya berkembang menjadi kerajaan dan menjalin hubungan dengan kerajaan India.
* J.L. Moens
Mengemukakan bahwa pada abad ke-5, banyak para ksatria yang melarikan diri karena peperangan di India. Para ksatria yang berasal dari keluarga kerajaan mendirikan kerajaan baru di Indonesia.
Kelemahan: Para ksatria tidak menguasai bahasa sanskerta dan huruf dan pallawa. Apabila daerah Indonesia pernah menjadi taklukan kerajaan-kerajaan India, pastinya ada prasasti. Sedangkan di Indonesia tidak ada satupun prasasti yang menjelaskan bahwa daerah Indonesia pernah menjadi taklukan kerajaan-kerajaan India.
Teori Waisya
Kelebihan: Banyaknya sumber daya alam di Indonesia membuat para Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual beli di Indonesia. Pada saat itu, kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia berasal dari India yang merupakan pusat agama hindu, sehingga ketika mereka berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha.
Kelemahan: Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana.
Teori Arus Balik
Kelebihan: Ada kemungkinan putra para y di Indonesia pergi ke India untuk belajar agama & kebudayaan Hindu-Buddha, tujuannya agar dengan ilmu yang mereka dapat dari India, para bangsawan bisa membuat kekuasaan di Indonesia dengan mencontoh kebudayaan Hindu-Buddha di India.
Kelemahan: Pada teori arus balik ini, sepertinya tidak mungkin jika orang Indonesia pergi ke India untuk belajar agama & budaya Hindu-Buddha karena pada saat itu masyarakat Indonesia masih bersifat pasif, jadi tidak mungkin orang Indonesia belajar ke India untuk menuntut ilmu agama & budaya Hindu-Buddha kemudian mereka kembali ke Indonesia untuk menyebarkan ilmu mereka. - Karena Agama Hindu-Buddha masuk dengan jalur yg damai dan mudah diterima oleh masyarakat pribumi. Dan karena raja - raja pada masa itu juga menganut agama hindu-budha, maka rakyat menunjukkan rasa ketundukkan dan kepatuhanny kepada raja dengan mengikuti agama yang dianut oleh raja.
- Karena di bali eksistensi kerajaan hindhu masih kental dan tak terpengaruh keberadaan penyebar agama islam (walisongo) atau belanda yang hanya sebentar menduduki bali
Source : Google.co.id
0 komentar:
Posting Komentar